Showing posts with label Berita Gadget. Show all posts
Showing posts with label Berita Gadget. Show all posts

Friday, April 1, 2016

10 Tips Cara Mengoptimalkan/Memperpanjang Daya Baterai Smartphone (Android & iOS) Agar Tahan Lama

Smartphone kini menjadi suatu kebutuhan primer bagi masyarakat di dunia, terutama bagi saya sendiri. Menurut pengalaman saya, kapasitas baterai smartphone (iOS & Android) kebanyakan terkenal boros. Memang banyak aplikasi-aplikasi pihak ketiga yang tersedia di Play Store maupun App Store untuk mengoptimalkan dan memperpanjang daya pemakaian baterai smartphone, namun itu belum cukup untuk membuat baterai smartphone kita menjadikannya awet.


Produk-produk smartphone ternama seperti Apple, Samsung, Blackberry, dan brand-brand global lainnya mengusung system operasi yang powerful seperti Android dari Google, Symbian dari Nokia, iOS dari Apple, dan lain-lain. Dari kesemua OS yang telah disebutkan di atas jelas memiliki perbedaan dari segi kapabilitas dan multi fungsinya, maka tak heran jika baterai selalu menjadi fokus perhatian bagi para developer (pengembang), produsen dan pengguna itu sendiri. Rata-rata, kebanyakan kapasitas baterai smartphone berakhir antara 1-2 hari sebelum kapasitasnya benar-benar habis dan membutuhkan pengisian ulang.

Sementara kita menunggu pengembangan perangkat hardware sebagai alternatif terbaik dalam perawatan baterai smartphone agar lebih awet dan tahan lama. Seperti halnya dengan tingkat energi kita, baterai smartphone juga dapat dikelola dan dimanfaatkan secara efektif sesuai kebutuhan penggunanya.

Ketika Anda lupa membawa charger baterai atau baterai cadangan saat berada di luar, pasti Anda akan meminimalisir penggunaan baterai smartphone agar dapat bertahan lebih lama dan tidak cepat habis. Untuk itu, saya akan memberikan 10 tips cara mengoptimalkan penggunaan baterai smartphone Anda agar dapat bertahan lebih lama. Simak ulasan berikut.

1) Nonaktifkan vibrasi (getaran) ponsel

Getaran (vibrasi) memang menjadi suatu hal terbaik dalam memberitahu Anda sebagai pengguna smartphone ketika ada notifikasi panggilan masuk, pesan masuk, bbm, whatsapp, line, dan notifikasi lainnya. Namun, hal itu tanpa Anda sadari dapat menguras daya baterai smartphone. Ada baiknya pemberitahuan notifikasi yang masuk di smartphone Anda hanya dengan ringtone saja tanpa disertai getaran untuk meminimalisir pengurasan daya baterai sekaligus memperpanjang daya baterai.

Getaran lebih banyak menyedot kapasitas baterai daripada suara ringtone saja. Suara yang dihasilkan dari ringtone menimbulkan getaran sangat kecil yang keluar dari speaker smartphone Anda. Untuk memperpanjang daya baterai yang salah satunya menonaktifkan getaran pada smartphone yang saya rasa hal ini banyak dianggap remeh bagi kebanyakan pengguna smartphone.

2) Redupkan kecerahan layar

Cara kedua terbaik dalam mengoptimalkan daya baterai Anda ialah meredupkan kecerahan layar smartphone Anda. Semakin tinggi tingkat kecerahan layar, maka semakin cepat pula kapasitas baterai yang terkuras. Dengan meminimalisir tingkat kecerahan layar smartphone sangat ampuh dalam mengurangi konsumsi daya baterai.



Di sisi lain, tingkat kecerahan yang paling redup dapat meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan pada mata kita. Anda dapat menyetel ke tingkat paling redup yang sekiranya masih dapat dibaca tanpa melelahkan mata. Sesuaikan tingkat kecerahan layar smartphone Anda, jangan sampai layar smartphone Anda terlalu redup sehingga dapat melelahkan mata. Intinya sedang-sedang saja, jangan sampai terlalu cerah dan terlalu redup.

3) Memperpendek waktu habis layar

Sama dengan hal di atas, untuk meminimalisir konsumsi daya baterai yaitu dengan cara memperpendek/mempersingkat waktu layar habis pada smartphone Anda. Pada pengaturan ini menentukan seberapa lama layar Anda akan tetap hidup. Semakin lama layar smartphone hidup (ketika tidak sedang digunakan), maka semakin besar pula konsumsi baterai dan hal ini pula membuat daya baterai cepat habis.

Ketika Anda tidak berinteraksi lagi dengan smartphone, sebaiknya aturlah waktu habis layar sesingkat mungkin agar layar ponsel Anda akan mati dalam waktu singkat. Dan pula, daya tahan baterai smartphone Anda akan tahan lama.

4) Nonaktifkan ponsel ketika tidak digunakan dalam waktu lama

Meskipun benar bahwa menyalakan ponsel dapat mengkonsumsi daya lebih besar dari unlocking ponsel, tetapi menonaktifkannya selama beberapa jam itu jauh lebih menghemat baterai daripada meninggalkannya dalam mode sleep atau mode pesawat.


Seperti halnya saat Anda ingin menghadiri rapat atau tidur, Anda benar-benar dapat mengurangi sejumlah besar konsumsi daya baterai dengan cara menonaktifkannya.

5) Isi ulang baterai smartphone dengan benar

Berbicara mengenai pengisian baterai, umumnya ada 2 jenis baterai isi ulang yang biasa digunakan untuk smartphone, yakni Lithium-ion (Li-Ion), Nickel-based atau Nickel-Metal Hydride (NiMH), dan Nickel-Cadmium (NiCd).

Kapasitas baterai untuk jenis NiCd ini berkurang ketika setiap kali Anda mengisi ulang. Meskipun demikian, jenis baterai NiCd ini memiliki siklus hidup yang lebih panjang yaitu dapat diisi ulang lebih sering daripada jenis baterai NiMH. Jenis baterai Nickel-based harus diisi ulang (ke kapasitas penuh) ketika kapasitas baterai dalam keadaan kritis, dan bukan ketika masih dalam kondisi baik terhadap jumlah daya energi baterai yang tersisa.


Untuk jenis Li-Ion merupakan jenis baterai terbaik dari jenis-jenis baterai yang telah disebutkan di atas, di mana baterai jenis ini memiliki siklus hidup terpanjang. Tetapi perlu diisi ulang lebih sering (bahkan ketika baterai tidak dalam kondisi sepenuhnya digunakan) untuk mempertahankan kapasitas aslinya.

Untuk menjaga daya tahan baterai agar hidupnya lebih lama, cobalah untuk mencari tahu informasi lebih lanjut tentang jenis baterai yang digunakan pada smartphone Anda dalam hal mengoptimalkan dan memelihara keawetan baterai itu sendiri, serta cara pengisian yang tepat untuk penggunaan yang optimal.

6) Tutup aplikasi yang tidak perlu

Kebanyakan pengguna smartphone yang mana setelah menjalankan suatu aplikasi seperti games, mereka lupa untuk menutup aplikasi tersebut yang masih berjalan di recent apps. Kemampuan multitasking ini merupakan salah satu fitur umum dari smartphone, tetapi juga merupakan alasan utama daya baterai akan cepat terkuras habis dengan mudah.

Hal terburuk adalah konsumsi daya baterai yang besar membuatnya cepat terkuras dengan cepat ketika setelah digunakan dan bahkan tidak menggunakannya lagi dalam jangka waktu yang cukup lama. Membiarkan aplikasi-aplikasi setelah digunakan berjalan di latar belakang sistem smartphone Anda menjadi salah satu penyebab terburuk dalam menurunkan daya baterai sehingga cepat habis.

Sesering mungkin, tutup semua aplikasi setelah digunakan dan jika tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama. Ada beberapa aplikasi sangat berguna yang membantu Anda dalam mengelola kemampuan multitasking dari smartphone untuk memastikan bahwa aplikasi tersebut melakukan tugas & fungsi yang terbaik untuk menghemat baterai smartphone tanpa membahayakan penggunaannya. Salah satunya adalah Advanced Task Killer by ReChild (khusus pengguna Android). Silakan cek di Play Store untuk mendownloadnya.

7) Nonaktifkan fitur GPS

Terdapat beberapa aplikasi tertentu yang menguras kapasitas daya baterai lebih besar dari yang lain, terutama aplikasi yang memanfaatkan sistem GPS untuk melacak lokasi Anda. Smartphone memiliki unit GPS yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan sinyal ke dan dari satelit untuk menentukan lokasi Anda secara tepat dan akurat, yang merupakan bagian integral dari kinerja beberapa aplikasi, misalnya aplikasi berbasis peta seperti Google Maps atau untuk check-in di Facebook .

Ketika Anda terus mengaktifkannya lalu membiarkannya berjalan di latar belakang, maka beberapa aplikasi ini dapat terus mengirim dan menerima sinyal. Tanpa disadari, proses tersebut telah menguras daya baterai Anda, dan akhirnya baterai Anda akan mudah habis. Oleh karena itu, pastikan bahwa setelah menggunakan aplikas yang menggunakan unit GPS agar ditutup ketika tidak digunakan lagi.

Cara yang lebih ekstrim adalah menonaktifkan layanan lokasi ketika diminta untuk diaktifkan oleh beberapa aplikasi terkait seperti Google Maps, Google Chrome (terkadang muncul ketika browsing di search engine Google), dll. Hal ini sangat ampuh dalam pengoptimalan daya baterai, dan lokasi Anda tidak akan dilacak. Dan kebanyakan pengguna sengaja melakukan itu untuk alasan privasi.

8) Nonaktifkan Bluetooth, Wi-Fi, Data 3G/4G saat tidak digunakan

Setiap kali smartphone Anda mencari sinyal, Wi-Fi, 3G/4G, Bluetooth, dll, maka proses tersebut membutuhkan konsumsi kapasitas baterai yang lumayan besar. Ketika penerimaan sinyalnya lemah, smartphone akan terus melakukan pencarian (scanning) sinyal hingga mencapai koneksi sinyal yang baik. Proses pencarian ulang sinyal-sinyal tersebut dapat dengan mudah membuat tingkat baterai Anda menurun drastis.

Sebaiknya nonaktifkan Wi-Fi atau Bluetooth ketika tidak digunakan atau tidak diperlukan. Khusus untuk koneksi Bluetooth, setelah prosesi transfer atau penerimaan file selesai, segeralah dinonaktifkan agar kapasitas daya baterai bertahan lama.

Salah satu cara termudah adalah beralih ke 'Airplane Mode (mode pesawat)' atau menonaktifkan ponsel Anda ketika tidak bisa mendapatkan sinyal dengan baik. Di sisi lain, ketika Anda membutuhkan penerimaan sinyal yang baik untuk smartphone, tempatkan ponsel Anda di zona konektivitas tinggi. Hal ini akan mencegah smartphone Anda untuk terus-menerus mencari koneksi yang baik dan mencegah daya baterai terbuang sia-sia hanya untuk mencari sinyal.

9) Minimalisir notifikasi smartphone

Ketika smartphone terus terhubung ke jaringan internet, kita sering mendapatkan notifikasi di smartphone kita sepanjang waktu, entah itu update berita terbaru, email baru yang masuk, siapa yang telah menyerang base kita dalam game COC, Cube yang telah selesai dipecahkan dalam game Let's Get Rich, dll. Tapi sebenarnya saya yakin bahwa Anda hanya ingin diberitahu dengan suatu pemberitahuan yang lebih penting seperti pesan teks baru, pesan dari Whatsapp, atau pesan BBM terbaru.


Terkadang mendapatkan notifikasi dari suatu aplikasi yang tidak terlalu penting untuk kita tahu membuat kita  merasa jengkel sendiri, bahkan merasa terganggu akan hal tersebut. Setiap pemberitahuan yang masuk akan membuat layar ponsel menyala secara otomatis, serta membuat peringatan suara atau getaran. Hal ini pula dapat menurunkan daya baterai sehingga mudah habis.

Maka dari itu, aturlah notifikasi dari aplikasi-aplikasi dalam smartphone Anda, mana saja aplikasi sekiranya penting untuk diaktifkan dan mana saja aplikasi yang tidak perlu yang notifikasinya untuk diaktifkan. Jadi, nonaktifkan notifikasi pada aplikasi yang tidak perlu, sehingga hal ini juga dapat memperpanjang kapasitas baterai smartphone Anda.

10) Menjaga suhu smartphone agar tetap dingin

Beberapa dari kita mungkin telah mengamati bahwa baterai ponsel akan habis lebih cepat ketika dalam kondisi panas. Sederhananya, jangan meninggalkan smartphone Anda di bawah sinar matahari secara langsung atau di tempat yang panas.

Salah satu contoh, ketika seorang pengguna tergesa-gesa dengan keperluannya dan akhirnya meninggalkan ponselnya di dalam mobil yang diparkir di bawah matahari. Hal ini sangat jelas membuat baterai ponsel akan cepat habis bahkan membuat ponsel mati total.

Baterai akan berfungsi lebih optimal dalam lingkungan dingin. Jadi, jangan sampai ponsel Anda mengalami demam tinggi. Karena bodrex tidak akan mampu untuk mengobatinya, haha .. :D

Sekian informasi singkat dari saya, semoga bermanfaat dan terima kasih :)

Sunday, May 10, 2015

9 Tren Yang Berpengaruh di Industri Ponsel 2015

9 Tren Yang Berpengaruh di Industri Ponsel 2015. Di dunia smartphone, munculnya ledakan teknologi dalam dekade terakhir memicu adopsi teknologi-teknologi baru pada level yang semakin memusingkan. Bagaimana tidak, Anda pasti akan lebih sulit memilih antara butuh atau sekedar gengsi. Ini tentu menyangkut harga yang harus dibayar.

Memang, inovasi tidak langsung bisa diserap oleh pasar. Seperti halnya penemuan light-emittind diode (LED) yang merupakan dasar dari lampu modern saat ini. LED pertama kali ditemukan pada tahun 1927, tapi menurut beberapa sumber baru diproduksi beberapa dekade kemudian yakni 1962. Dan hari ini, dunia ramai-ramai mulai mengadopsi lampu LED pada skala yang lebih serius.

Nah, adopsi teknologi tinggi ini boleh dibilang sudah kian menjadi tren di tahun 2015. Setidaknya, ada 9 tren teknologi yang sangat berpengaruh besar terhadap pasar. Apa saja sih kesembilan hal tersebut? Berikut ulasan selengkapnya.

1) QHD bakal menjadi mainstream

Jika Anda berfikir bahwa LG G3 adalah ponsel pertama yang menggunakan layar Quad HD (1440 x 2560 piksel) itu SALAH! Justru pabrikan Tiongkok Vivo yang juga merupakan sister company-nya OPPO lebih dulu mengenalkannya. Tapi, yang memasarkan smartphone dengan layar Quad HD secara global memang LG G3.

Di tahun 2015 ini, penggunaan layar dengan piksel yang padat bakal menjadi tren, meskipun ini baru sekedar strategi marketing agar bisa dinilai lebih baik ketimbang fungsinya.

Selain LG, Samsung diketahui juga akan menawarkan layar padat piksel begitu juga Motorola dan pabrikan Tiongkok seperti Xiaomi, OPPO, Lenovo, dan lain-lain. Semuanya sudah memiliki setidaknya satu model smartphone dengan layar QHD.

2) Booming wearable device

Produk wearable device sebenarnya sudah marak sejak dua tahun terakhir. Namun ketika Apple meluncurkan Apple Watch, wearable device terlihat semakin bergairah.


Fakta menunjukkan bahwa produk wearable device berbasis Android Wear Produk yang terjual di tahun 2014 lalu hany kurang dari 1 juta unit. Sebagai perbandingan, laporan awal menunjukkan Apple Watch sudah dipesan di angka 1 juta unit di hari pertama pembukaan pre-order.

Kehadiran wearable device Apple ini tentu akan memicu bergairahnya produk-produk sejenis dari merek lain.

3) Bahan premium

Tren lainnya yang terlihat adalah bagaimana para produsen menampilkan desain dan bahan unggulan untuk tampil baik luar dan dalam. Hal ini tidak mengherankan jika ponsel-ponsel flagships meninggalkan bahan plastik dan beralih menggunakan logam, kaca, dan semua jenis bahan premium lainnya.


Ini didorong juga dengan penurunan biaya material secara signifikan dari waktu ke waktu. Sebab, hampir semua pabrikan sudah jauh lebih mahir membuat perangkat mewah. Dan yang kedua, kompetisinya yang semakin meningkat, sehingga pilihannya ikut atau ditinggalkan.

4) Murah yang tak murahan

Jangan heran bila makin banyak merek ponsel yang beredar dari yang ada sekarang termasuk di Indonesia. Ini karena pertimbangan membeli ponsel yang sedikit bergeser.

Tidak lagi bicara soal merek, layanan dan ketangguhan, tetapi soal bagaimana vendor tersebut bisa menawarkan produk dengan spesifikasi yang mumpuni dengan harga yang terjangkau. Ini kan didominasi oleh merek-merek asal Tiongkok yang saat ini bisa diterima di pasar dengan lebih baik.

5) Android Terbaru

Meski masuk kategori perangkat perangkat low end, smartphone murah sudah bisa menikmati manisnya Lollipop, perangkat lunak terbaru Android.
Berkaca pada Android 4.4 KitKat dengan sejumlah perbaikan dan optimasi, akhirnya memungkinkan hardware hemat anggaran untuk menjalankan OS terbaru yang bebas masalah.

Ini juga menunjukkan bahwa persaingan makin memanas, bahkan di segmen low-end, para pabrikan memandang versi perangkat lunak Android saat ini sebagai keunggulan kompetitif dan bukan hanya tambahan opsional.

6) Sang penantang: Samsung Exynos

Perkembangan yang juga sangat menarik lainnya adalah keberhasilan Samsung dalam industri semi konduktor. Samsung sebelumnya banyak mengandalkan chipset Qualcomm Snapdragon untuk pasar Barat. Tapi, untuk Galaxy S6 dan S6 edge, vendor raksasa asal Korea Selatan itu memilih menggunakan Exynos yang merupakan chipset buatannya sendiri.

Ini bisa saja sebagai permulaan dan bukan tidak mungkin Samsung akan merayu pabrikan lain untuk menggunakan chipset buatannya tersebut.

7) Prosesor 64-bit

berbicara mengenai chipset, mau tidak mau perhatian kita akan tertuju pada arsitektur 64-bit, dan prosesor delapan inti (octa core). Memang bukan hanya MediaTek yang jago dalam hal ini, namun Samsung, Qualcomm bahkan Intel pun menawarkan chip dengan arsitektur terbaru.

Bahkan di tahun 2015 ini, Anda bakal menemukan banyak smartphone Android low end yang sudah menggunakan chip octa core 64-bit.

8) Tablet yang tak 'seksi' lagi

Setelah bertahun-tahun mengalami pertumbuhan secara signifikan, kini penjualan tablet mulai stagnan bahkan cenderung turun. Bahkan Apple iPad, yang terbilang kuat di pasar tablet, telah membukukan penurunan penjualan.

Tapi kenapa? Boleh jadi phablets lebih mewakili orang-orang yang menginginkan perangkat dengan layar besar ketimbang tablet.

Atau, sebagian besar menganggap tablet sebagai perangkat kasual untuk konsumsi multimedia, dan tidak cocok untuk bekerja serius, meskipun Microsoft berupaya untuk mempopulerkan Surface Pro series sebagai tablet untuk profesional.

9) Windows 10

Dijadwalkan untuk rilis pada pertengahan 2015, ponsel-ponsel Windows 10 sudah mulai bermunculan. LG, Acer, dan mungkin akan hadir banyak merek lainnya yang bakal mengadopsi Windows 10.

Microsoft sendiri menjanjikan bahwa mayoritas perangkat Windows Phone 8.1 akan mendapatkan update.

Saturday, May 9, 2015

Awas, Pornografi & Pornoaksi Beredar di Internet!

Konten negatif di dunia maya, baik pornografi maupun pornoaksi saat ini masih marak bertebaran di internet. Tindakan pemerintah seperti pemblokiran dan melakukan sejumlah sosialisasi serta edukasi pada berbagai kalangan masyarakat masih dirasa kurang efektif.

Seperti diketahui, ada sejumlah pasal yang berkaitan dengan pelanggaran konten di dunia maya. Antara lain dalam beberapa pasal Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi, pada Bab II tentang Larangan dan Pembatasan.

Antara lain larangan memproduksi, membuat, memperbanyak, menggandakan, menyebarluaskan, menyiarkan, mengimpor, mengekspor, menawarkan, memperjualbelikan, menyewakan, atau menyediakan pornografi.

Juga disebutkan kewenangan pemerintah dalam mencegah dan melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet.

Awas, Pornografi & Pornoaksi Beredar di Internet!

Permasalahan pornografi ini sendiri memang harus disikapi secara serius. Beberapa waktu silam, kasus bisnis online video porno anak kembali membuka mata masyarakat jika konten negatif di internet masih marak. Tak bisa dipungkiri jika isu pornografi di dunia maya layak disoroti. Pemerintah dituntut segera mengevaluasi seputar permasalahan ini.

Baru-baru ini, terbongkar pula maraknya aktivitas prostitusi online di dunia maya. Terkuaknya prostitusi online melalui media sosial atau website membuat para pihak Polda Metro Jaya bak kebakaran jenggot. Bahkan, kepolisian siap bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam memberantas bisnis prostitusi ini.

Selain bekerja sama dengan pihak Kemenkominfo, kepolisian sudah membentuk tim khusus untuk memberantas praktik prostitusi online tersebut. Salah seorang Menteri dari Kemenkominfo, Rudiantara pun mengharapkan tindakan proaktif dari masyarakat.

Salah satunya untuk menekan dampak negatif situs jejaring sosial yang menyediakan layanan prostitusi online adalah dengan melakukan 'flagging' atau menandakan dan melaporkan akun yang dianggap menyimpang.

Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Bambang Heru Tjahjono pun mengaku pihaknya akan bekerja sama dengan Facebook untuk menyisir dan menutup akun-akun yang memuat informasi asusila atau esek-esek.

Urgensi pembenahan regulasi terkait ranah teknologi informasi ini pun kian mendesak. Di sisi lain, keberadaan aturan yang memayungi ranah maya ini masih menjadi pro dan kontra. Termasuk juga support dari para aparat hukum terkait, seperti polisi, hakim, jaksa, pengacara, dll.

Untuk saat ini rasanya masih cukup sulit menuding siapa yang salah dalam urusan konten negatif di internet. Namun, dengan regulasi yang tepat maka permasalahan ini tentunya bisa diminimalisir.

Internet saat ini tak hanya bisa diakses melalui PC, karena pengguna ponsel sengaja maupun tidak telah turut menjadi pemeran aktif dalam kehidupan berbudaya secara elektronik (e-Culture).

Semua aktivitas dunia maya pun bisa dilakukan via ponsel, mulai dari interaksi dengan email, percakapan digital, browsing internet, mendownload konten, sms banking bahkan menyimpan file elektronik.

Alhasil, dengan kian mudahnya mengakses internet, peluang konten negatif meracuni masyarakat pun kian besar, mengingat jumlah pengguna ponsel yang sangat besar.

Konten negatif semisal konten porno sendiri tak semuanya bisa diblokir begitu saja. Apalagi, konten negatif yang beredar di internet mayoritas berada pada server luar negeri dan belum tentu di Indonesia.

Pada akhirnya, edukasi konten negatif menjadi salah satu langkah penting yang bisa diambil saat ini. Para pengguna internet diharapkan dapat menentukan sendiri mana situs yang layak mereka akses, atau data privasi mana yang patut mereka bagikan di jaringan internet.

Salah satu langkah edukasi terpenting tentu saja dimulai dari keluarga, di mana nantinya si pengguna internet bisa mempergunakan layanan tersebut dengan lebih bijak.

Smartphone Dapat Menyebabkan Tuli? Ini Kata Para Ahli!

Apakah Anda pernah mengalami situasi di mana kakek atau orang tua menyuruh mengecilkan volume saat Anda menyetel musik keras-keras? Dari generasi ke generasi, tiap remaja selalu diberitahu oleh orang tua mereka untuk mengecilkan suara dari musik tersebut. Sekarang tampaknya ada alasan medis yang kuat mengapa mereka melakukannya.

Baru-baru ini, Organisasi Kesehatan Dunia WHO memperingatkan dalam sebuah laporan bahwa lebih dari satu miliar anak muda beresiko untuk kehilangan pendengaran secara permanen. Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan salah satu perangkat yang populer digunakan untuk mendengarkan musik saat ini, yakni smartphone.


Pada saat di mana Anda meletakkan sumber suara ke dekat gendang telinga, sebagai masyarakat kita perlu mengetahui terhadap dampaknya lebih lanjut. Suara keras dapat merusak silia dari telinga bagian dalam. Silia sendiri merupakan struktur kecil yang wujudnya mirip seperti rambut yang mengubah gelombang suara menjadi sinyal listrik untuk disampaikan ke otak. Silia yang rusak tidak pernah bisa tumbuh kembali.

Dr. Shelly Chadha, seorang petugas teknis untuk pencegahan tuli dan gangguan pendengaran untuk WHO menjelaskan bahwa bahaya yang ditimbulkan oleh smartphone adalah karena banyak orang yang mendengarkan musik dengan suara yang terlalu keras.

Yang memperburuk hal tersebut adalah kenyataan bahwa orang sering mendengarkan musik ketika berada di jalan, stasiun, atau di kereta di mana ada banyak kebisingan yang melatarbelakanginya.

Earphone yang dibundle bersama dengan smartphone atau MP3 player kadang juga dilengkapi dengan fitur yang dapat menghalangi ambient kebisingan lingkungan. Jadi, di lingkungan perkotaan yang bising, pengguna malah sering memaksimalkan volume untuk menikmati musiknya.

Sebagian besar masyarakat secara perlahan merusak pendengarannya sendiri tanpa ia sadari. Meski demikian, telinga memiliki cara sendiri untuk memperingatkan diri kita. Jika Anda keluar dari pertunjukan musik dan merasakan telinga Anda berdengung atau Anda tiba-tiba harus berbicara keras untuk mendengar suara Anda sendiri, itu sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan telinga melindungi diri dari kerusakan. Fenomena ini sering disebut pergeseran ambang batas sementara.

Berikan telinga Anda waktu sejenak

Untuk menghindari hal tersebut, Anda harus jauh dari kebisingan dengan cara memberikan kesempatan kepada telinga Anda untuk beristirahat sedikitnya 12 jam. Mudah-mudahan, kerusakan tersebut belum menjadi kerusakan permanen dan pendengaran Anda akan pulih.

Cara untuk merawat telinga Anda

Sebuah percakapan normal biasanya memiliki keras suara 60 desibel. Volume di atas 85 desibel akan menyebabkan kerusakan setelah sekitar delapan jam. Suara di atas 100 desibel dapat menyebabkan kerusakan hanya dalam waktu 15 menit. Tapi, mengukur tingkat desibel tidaklah praktis dan memang rumit bagi kebanyakan orang. Dr. Chadha merekomendasikan melakukan tes dengan cara yang lebih mudah.

Bagaimana cara melakukan tes dalam mengukur tingkat desibel tersebut? 

Duduklah di ruangan yang tenang dan mendengarkan musik dengan volume antara 50% sampai 60%. Anda masih bisa bercakap-cakap dengan orang yang duduk di dekat Anda. Jika Anda tidak dapat melakukan itu, berarti musiknya sudah terlalu keras.

Untuk itu, peganglah kuncup telinga dan tutup dengan sisa kepalan tangan Anda di sekitarnya. Jika Anda masih dapat mendengarkan musik, berarti volumenya terlalu keras.

Beberapa solusi yang bisa dilakukan

Salah satu solusi untuk masalah ini adalah menggunakan noise-cancelling earphone yang bisa memblokir suara ambient dan memungkinkan pecinta musik untuk mendengarkan musik mereka pada volume yang lebih rendah dan lebih aman. Fitur built-in untuk menjaga keamanan telinga juga telah diperkenalkan oleh beberapa pabrikan.

Misalnya Apple, yang memperkenalkan cara membatasi volume pada perangkat iPod dan iPhone. Google juga telah memperkenalkan aplikasi pembatas volume untuk perangkat Android-nya.

Dari beberapa fitur yang tersedia tersebut, tak satupun yang sempurna. Strategi terbaik dalam mengatasi masalah ini adalah menghapus, mengurangi dan istirahat. Maksudnya adalah Hapus suara keras berkepanjangan dari diri, Kurangi jumlah kebisingan latar belakang di sekitar Anda dan Istirahatkan telinga Anda untuk proses pemulihan dari aktivitas keseharian Anda.

Sebagai penutup, Dr. Chadha mengatakan bahwa tujuan dari laporan WHO bukan untuk menakut-nakuti orang yang menggunakan smartphone. Dia mengatakan bahwa jika Anda mendengarkan musik pada tingkat volume yang aman, maka Anda dapat mendengarkan musik tersebut dengan baik untuk waktu yang lama.

Kami tidak mengatakan bahwa orang tidak boleh mendengarkan musik, hanya saja untuk memastikan bahwa mereka dapat mendengarkan musik secara AMAN dan UNTUK SELAMANYA.

Tuesday, May 5, 2015

Eksistensi Feature Phone Sulit Dihilangkan!

Kantor berita BBC pernah merilis sebuah penelitian yang dilakukan oleh sebuah lembaga survei di AS. Dalam survei itu terungkap bahwa orang Indonesia adalah pengguna ponsel pintar atau smartphone nomor 1 di dunia. Tak tanggung-tanggung dengan waktu pemakaian rata-rata 181 menit per hari.

Survei yang dilakukan oleh Milward Brown itu juga mengungkapkan bahwa tingginya penggunaan ponsel pintar di Indonesia mengalahkan Cina yang berada di posisi ketiga, diikuti Brasil dan Vietnam yang berada di urutan keempat dan kelima. Sementara posisi kedua ditempati Filipina dengan 174 menit per hari.

Eksistensi Feature Phone Masih Bisa Tumbuh

Data lainnya menyebutkan bahwa selama tahun lalu, penjualan smartphone di Indonesia tumbuh 12% dan penjualan tablet tumbuh 18% dibanding tahun sebelumnya. Untuk kawasan Asia Tenggara, penjualan smartphone di Indonesia menjadi yang terbesar dengan porsi mencapai 30%.

Sejak akhir tahun 2013, pengguna ponsel di Indonesia telah melampaui jumlah penduduknya. Dari data US Cencus Bureau, waktu itu jumlah pengguna ponsel di Indonesia sudah mencapai sekitar 280 juta, padahal Indonesia hanya memiliki sekitar 250 juta penduduk.

Sayangnya, tingginya tingkat penggunaan ponsel pintar ini tidak merata terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Di wilayah Sumatra misalnya, menurut data operator seluler penggunaan smartphone di kalangan masyarakatnya hanya mencapai 23% saja.

Sementara di wilayah Papua, Maluku, Sulawesi, Kalimantan, tingkat penetrasi ponsel pintar juga hanya mencapai 26%. Di wilayah Jawa Tengah tingkat penetrasinya mencapai 40%. Sedangkan penetrasi ponsel pintar tertinggi terjadi di Jabodetabek dan Jawa Barat yang mencapai 50%.

Rendahnya tingkat penetrasi ponsel pintar ini tentu saja menjadi peluang sekaligus tantangan bagi operator seluler di Indonesia. Tingginya penetrasi ponsel pintar akan mampu meningkatkan pendapatan data operator seluler.

Pendapatan Data Terus Meningkat

XL, merupakan operator seluler terbesar kedua di Indonesia telah mencatat pendapatan kotor sebesar Rp. 23,6 triliun selama tahun 2014 atau naik 10% dari tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama disumbang dari pendapatan layanan data dan VAS, yang masing-masing tumbuh sebesar 42% dan 50% dibandingkan tahun sebelumnya.

Layanan data memberikan kontribusi sebesar 29% terhadap total pendapatan, di mana persentase tersebut naik jika dibandingkan pada tahun sebelumnya yang hanya sebesar 23%. Angka ini berbeda jauh dengan pendapatan dari layanan percakapan dan SMS yang meningkat hanya 3% saja.

Ada prediksi bahwa pasar feature phone akan sulit dihilangkan, juga bisa dijadikan gambaran bahwa feature phone akan tetap ada, hanya definisinya saja yang akan berbeda.

Semakin menggiurkannya pendapatan dari layanan data ini juga membuat Telkomsel yang menyandang sebagai operator seluler terbesar di Indonesia bakal mengambil ancang-ancang sejak jauh-jauh hari mencanangkan backbone untuk mengisi pundi-pundinya.

Telkomsel memproyeksikan kontribusi pendapatan layanan data pada tahun 2015 bakal mencapai 33%, dibanding tahun sebelumnya hanya sekitar 25%. Sayangnya, penggunaan gadget yang mendukung 3G masih tidak merata. Bahkan, di beberapa daerah masih banyak masyarakat yang betah berada dalam jaringan 2G.

Bakal Sulit Menggeser Feature Phone

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa sekitar 70% pengguna seluler di Indonesia masih mengandalkan koneksi 2G. Hanya 25% saja yang sudah beralih ke 3G, sementara sisanya sudah mulai menjajal 4G.

Eksistensi Feature Phone Masih Bisa Tumbuh

Harus diakui bahwa feature phone hingga saat ini masih banyak diminati masyarakat. Menurut data, pengguna feature phone adalah mereka yang termasuk dalam kategori pengguna pemula, lansia, wanita, masyarakat berpenghasilan rendah dan mereka yang hanya membutuhkan perangkat komunikasi dasar seperti untuk keperluan bertelepon dan menginginkan ponsel dengan baterai yang lebih tahan lama ketimbang smartphone.

Di AS, separuh pelanggan selulernya masih menggunakan feature phone, yang mana masih mendapat tempat terpenting sebagai alat komunikasi seperti menelepon dan SMS. Sementara smartphone ini lebih banyak digunakan untuk browsing, bermain game, media sosial, dan berkirim email.

Inilah kesulitannya ketika operator seluler di Indonesia lebih memilih memancing pengguna feature phone untuk meninggalkan perilaku komunikasinya dan beralih ke ponsel pintar. Apalagi belakangan ini, para pabrikan ponsel juga kembali bergairah menggarap pasar feature phone. Lihat saja Nokia, LG dan Samsung, yang kembali menyemarakkan jajaran ponsel terbarunya dengan ponsel-ponsel sederhana dan nyaman digenggam itu.

Upaya menggeser feature phone juga bisa semakin sulit mengingat aplikasi media sosial populer seperti Facebook dan Twitter sudah menyiapkan langkah-langkah untuk menambah jumlah penggunanya yang masih menggunakan feature phone.

Twitter tengah mengembangkan fitur khusus untuk negara-negara berkembang, seperti halnya di Indonesia. Tak lama lagi, Twiiter bakal dapat diakses dari feature phone tanpa akses internet sekalipun di Indonesia. Hal ini dimungkinkan berkat aplikasi ZipDial yang memungkinkan pengguna feature phone mem-follow akun-akun Twitter tanpa memerlukan koneksi internet.

Lain Twitter, lain pula dengan Facebook. Kabarnya, Facebook bakal menghadirkan Facebook Creative Accelerator, yang merupakan sebuah program baru yang membantu mendesain iklan mobile yang ditujukan untuk pasar negara-negara berkembang. Program ini akan membantu menentukan strategi pemasaran yang paling cocok bagi sebuah produk dengan melihat perangkat yang digunakan, budaya, bahasa, geografis, dan lain-lain.

Hanya Berubah Definisi

Meskipun tengah menyongsong 4G LTE, namun kenyataannya bahwa sebagian besar pelanggan seluler di Indonesia masih betah 'bercokol' di jaringan 2G. Tak kurang dari 180 juta orang Indonesia masih mengandalkan komunikasi kepada feature phone.

Eksistensi Feature Phone Masih Bisa Tumbuh

Langkah Twitter yang teguh merambah pasar feature phone dengan aplikasi ZipDial, yang memungkinkan pengguna feature phone mem-follow akun-akun Twitter tanpa memerlukan koneksi internet.

Dan Facebook dengan programnya Facebook Creative Accelerator, bisa menjadi gambaran bahwa pengguna feature phone masih tetap tumbuh dalam beberapa tahun ke depan dengan potensi pendapatan yang masih memiliki peluang besar.

Ketimbang "memberantas" feature phone hanya dengan mengiming-imingi dengan harga murah, ada baiknya operator dan vendor menciptakan konektivitas yang lebih besar lagi begi pengguna feature phone berdasarkan kebutuhan yang sesuai dengan profil pengguna ponsel sederhana ini.

Adanya prediksi bahwa pasar feature phone akan sulit dihilangkan, juga bisa dijadikan gambaran bahwa feature phone akan tetap ada, hanya definisinya saja yang akan berbeda.

Tengoklah beberapa festure phone yang dilepas Nokia dan beberapa produsen lain ke pasaran. Meskipun dicap sebagai feature phone, ponsel-ponsel ini telah dilengkapi dengan prosesor tak kurang dari 1 GHz, layar sentuh capacitive, preinstalled media sosial, browser khusus dan akses ke Nokia Store dan store lainnya, yang tentunya bakal berevolusi disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Jadi, daripada menghabiskan upaya untuk menyeret pengguna feature phone beralih ke smartphone, lebih baik menciptakan revenue berbasis commerce, advertising sesuai profil pengguna, beragam game, serta multimedia yang sesuai dengan seluruh segmen dan platform ponsel pengguna di Indonesia.

Evolusi yang terjadi bukanlah pada perangkat semata, namun juga pada aplikasi pendukung yang ada di dalamnya.

Thursday, April 30, 2015

Selfie for Messenger: Cara Ganti Emoticon Facebook Messenger dengan Foto Selfie di Android

Kapan sih terakhir kali Anda menggunakan Facebook Messenger? Jika Anda tidak menyukai Facebook Messenger, pembaruan terkini dari Facebook boleh jadi akan membuat Anda berpikir ulang untuk kembali melirik aplikasi chatting besutan jejaring sosial raksasa ini. Dengan pembaruan terkini yang diusungnya, Facebook Messenger kini dapat menjalankan beberapa aplikasi unik besutan Facebook yang dapat Anda download secara terpisah.

Salah satu aplikasi yang dapat Anda coba adalah Selfie for Messenger. Pada aplikasi Selfie for Messenger ini memungkinkan pengguna Facebook Messenger mengganti emoticon bawaan dengan foto selfie yang Anda buat sendiri.

Penasaran? Simak tulisan berikut ini.

1) Pastikan Anda sudah menginstal Facebook Messenger sebelum mendownload Selfie for Messenger. Jika belum menginstal, silakan download di sini.

2) Buka Selfie for Messenger dan mulai ambil foto selfie dengan ekspresi tertentu untuk menggantikan jenis emoticon bawaan yang disediakan seperti Happy, Sad, Thumb Up dan sebagainya.

3) Selanjutnya, Anda tinggal drag and crop untuk menyesuaikan hasil foto selfie Anda ke lingkaran yang tersedia. Anda tidak perlu mengambil foto selfie berulangkali untuk mengisi semua lingkaran yang ada, cukup pilih jenis emoticon yang ingin Anda bagikan kepada teman.

4) Setelah lingkaran kosong emoticon telah terisi, lanjutkan dengan menekan ikon bubble chat untuk mulai membagikan emoticon baru tersebut kepada teman.

5) Seluruh emoticon yang Anda ambil dengan foto selfie hanya bisa diakses dari dalam aplikasi Selfie for Messenger. Sementara emoticon bawaan tetap dapat Anda akses dari dalam aplikasi Facebook Messenger.

Tuesday, April 28, 2015

Samsung Galaxy E7 SM-E700H/DS Review: Smartphone Versi Bongsor, Kamera dan Baterai Lebih Apik Harga 4 Jutaan

Samsung Galaxy E7 bisa dibilang sebagai smartphone versi 'mahal' dari Galaxy E5 yang merupakan generasi sebelumnya, tentunya banyak pembaharuan yang dilakukan dari penawaran Galaxy E7 ini. Sebut saja harware yang tambah apik, fitur multimedia yang komplit hingga sokongan baterai yang makin tahan lama.

Bagi Anda yang penasaran dan ingin tau mengenai performa keseluruhan dari Galaxy E7 yang tetap mengusung jargon "Super Slim Design" ini, silakan simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Samsung Galaxy E7 Review: Smartphone Versi Bongsor, Kamera dan Baterai Lebih Apik

1) Desain

Dimensi: 151.3 x 77.2 x 7.3 mm, Berat: 141 gram; Full touchscreen; Tombol power/lock screen, Slot SIM 2/microSD, Slot SIM 1, Lubang mic, Audio jack 3.5mm, Port Micro USB/Charger/Kabel data, Tombol volume.
Rancangan desain smartphone Galaxy E7 ini secara umum sama persis dengan Galaxy E5 maupun lineup "A Series". Tetap dengan tampilan yang berkelas dan memiliki bodi ramping. Hanya saja, Galaxy E7 memiliki ukuran yang sedikit lebih bongsor dibanding Galaxy E5. Jika dibandingkan dengan produk di seri A, smartphone ini memiliki ukuran bodi yang tak jauh berbeda dengan Galaxy A7.

Galaxy E7 memiliki ketebalan bodi sekitar 7,3mm. Meski masih kalah tipis dengan Galaxy A5 maupun Galaxy A7 yang berukuran 6,3mm, namun komposisi dimensi desain yang diusung Galaxy E7 ini tergolong slim loh. Saat pertama kali saya menggenggam ponsel Galaxy E7, struktur desainnya terasa kokoh dan solid.


Seperti halnya Galaxy E5, smartphone terbaru Samsung ini pun mengusung desain unibodi. Material pembungkus bodi lebih didominasi bahan plastik polycarbonate dengan sedikit aksen logam di bagian lis bodi. Layaknya smartphone unibodi lain, Galaxy E7 pun menempatkan keseluruhan panel kontrol di sekeliling bodi. Mulai dari tombol power/lockscreen, volume, port micro USB, audio jack hingga tray SIM card. Terdapat dua tray untuk menyisipkan kartu SIM di Galaxy E7 yang mana posisinya bersebelahan.

Paling atas untuk SIM 2 sekaligus kartu microSD, tray bawahnya untuk SIM 1. Permasalahan yang muncul, ketika tray atas menerapkan mekanisme 'subtitute' alias bergantian antara kartu SIM dan kartu memori microSD. Artinya, jika Anda ingin menggunakan kartu SIM 2, Anda tidak bisa menyisipkan kartu memori microSD. Begitu pun sebaliknya. Konsep ini sebelumnya juga diterapkan pada Galaxy E5 dan Oppo N3. Hal ini memang cukup merepotkan.

Untuk jenis kartu SIM, Galaxy E7 ini menggunakan nano-SIM card untuk di kedua slot SIM. Di bagian depan bodi bagian atas terdapat earpiece, proximity dan ambient light sensor serta kamera depan untuk selfie. Sementara di bagian bawahnya ada tombol home fisik serta dua tombol kapasitif untuk recent app dan back. Di sisi belakang bodi ponsel, Anda akan menjumpai sensor kamera utama, LED flash dan loudspeaker.

2) Display

Layar sentuh Super AMOLED, 16 juta warna, 720x1280 pixels, 5.5 inches (~267 ppi pixel density), 10 poin multi touch.
Seperti yang disinggung sebelumnya, Galaxy E7 memiliki bodi yang sedikit lebih bongsor dibanding Galaxy E5. Hal ini untuk mengakomodasi ukuran layar yang memang besar, yakni 5.5 inci. Hanya saja, resolusinya sama dengan Galaxy E5.

Hal ini tentu saja membuat kerapatan piksel layar Galaxy E7 agak renggang. Artinya bahwa gambar yang tertampil di layar Galaxy E7 terkesan kurang solid dan rapat daripada tampilan gambar pada Galaxy E5.

Seperti halnya Galaxy A5, A7 dan E5, Samsung Galaxy E7 pun menggunakan jenis layar Super AMOLED yang memiliki tingkat kontras yang cukup baik dalam menghasilkan warna. Gambar yang ditampilkan pun jadi terlihat jernih dan jelas, dengan tampilan yang natural.

Bahkan, tetap bisa terlihat baik meski digunakan dan langsung bersentuhan dengan sinar matahari. Bahkan juga untuk penggunaan di luar ruangan (outdoor), Galaxy E7 menyediakan opsi khusus untuk pengaturan kejernihan layar secara otomatis, yakni Outdoor Mode.

Soal responsifitas dan kenyamanan akses, layar smartphone ini bisa ditelusuri dengan baik dan lancar menggunakan jari. Namun, tidak akan merespon benda lain seperti pensil, bahkan pena stylus.

Saat diuji dengan menggunakan aplikasi Multi Touch Tester, smartphone ini mampu mendeteksi 10 titik sentuhan secara bersamaan dengan baik.

Pada Galaxy E7 ini, Anda juga bisa menjumpai fitur khas yang sempat jadi unggulan Samsung di jajaran Galaxy lawas, yakni Smart Stay. Di opsi ini, layar akan terus menyala (stay on) selama Anda terus memandang ke layar ponsel.

3) OS (Operating System) & UI (User Interface)

TouchWiz UI; Android 4.4.4 KitKat
Layaknya ponsel premium terbaru Samsung lain, Galaxy E7 mengusung platform Android 4.4.4 KitKat yang dikombinasikan dengan TouchWiz yang merupakan custom UI khas besutan vendor asal korea. Alhasil, tampilan keseluruhan hingga struktur menu yang dijumpai di Galaxy E7 akan identik dengan para seniornya tersebut.


Di halaman utama (homescreen), Anda bakal menjumpai 4 ikon utama seperti phone, message, contacts dan internet yang bisa disesuaikan untuk akses cepat ke menu-menu favorit. Di sebelahnya terdapat ikon all menu/aplikasi. Untuk mempercantik homescreen ponsel, Anda bisa menyisipkan widget, aplikasi, wallpaper dan fitur personalisasi lainnya.

Untuk memudahkan pengoperasian, Galaxy E7 juga menawarkan opsi "Easy Mode". Tampilan dan struktur menu di mode ini akan terlihat simpel dan sederhana, dengan ikon menu yang cukup besar dan mudah diakses. Mode ini sangat cocok digunakan untuk para manula, atau bagi Anda yang tidak ingin ribet dan maunya serba praktis. Di mode ini juga Anda bisa mengatur aplikasi apa saja yang ingin diprioritaskan tampil di jajaran menu utama.

Tak hanya itu saja, Galaxy E7 pun masih menyiapkan opsi lainnya untuk memudahkan penggunaan yakni "One Hand Operation". Anda bisa menyesuaikan ukuran layar dan layout. Ada juga One-handed input untuk mengatur dialing keypad dan Samsung Keyboard, termasuk pattern unlock screen.

Ada juga fitur gerakan dan gesture seperti Smart alert, Smart Pause dan sebagainya. Smartphone ini juga sudah dilengkapi dengan mode Privat untuk menyembunyikan file atau fitur tertentu. Ada juga mode pemblokiran, screen mirroring hingga aplikasi Studio (untuk foto).


Di Galaxy E7, Anda juga bisa memanfaatkan fitur multi windows seperti di Galaxy A3, A5, E5 dan Galaxy Series terbaru untuk menjalankan dua aplikasi secara bersamaan dalam layar terpisah berjajar. Sayangnya, hanya aplikasi tertentu saja yang bisa memanfaatkan fitur ini.

4) Hardware & Benchmark

Prosesor Quad Core 1.2 GHz Cortex-A53, Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410, GPU Adreno 306, RAM 2 GB; Memori Internal 16 GB; MicroSD up to 64 GB; Baterai Non-removable Li-Ion 2950 mAh.
Seperti halnya Galaxy E5, smartphone ini juga membenamkan prosesor Quad-core 1.2 GHz Cortex-A53 dengan chipset Qualcomm MSM8916 Snapdragon 410. Hanya saja, kapasitas RAM yang dimiliki Galaxy E7 ini sedikit lebih tinggi yakni 2 GB daripada Galaxy E5 hanya berkapasitas 1,5GB. Otomatis, kinerja keseluruhan di dalam smartphone Galaxy E7 pun akan sedikit lebih tinggi.

Skor 20995 untuk Galaxy E7 pada AnTuTu Benchmark.
Saat diuji menggunakan aplikasi Antutu Benchmark, Galaxy E7 mengantongi skor 20955. Jika dibandingkan dengan smartphone lain, posisi Galaxy E7 berada di atas ASUS ZenFone 5 dan Xiaomi Redmi 1S yang masing-masing mendapat skor 19509 dan 19677. Untuk lebih jelasnya, lihat gambar berikut:


Hal yang sama juga terlihat ketika diuji menggunakan aplikasi Quadrant Standard, Galaxy E7 membukukan nilai 12256 yang mengungguli Galaxy E5 di angka 12241. Selengkapnya lihat gambar berikut:


Untuk penyimpanan, Galaxy E7 menyediakan storage internal sebesar 16 GB yang harus dibagi-bagi dengan sistem dan sebagainya. Sementara yang tersisa untuk bisa digunakan sekitar 11 GB. Jika dirasa kurang, Anda bisa menyisipkan kartu memori microSD berkapasitas maksimal hingga 64 GB.

Di sisi grafis, Galaxy E7 diperkuat dengan Adreno 306 GPU yang mana pada saat diuji menjalankan game 3D maupun memutar video HD bisa berjalan dengan mulus dan lancar. Nggak percaya? Silakan simak video yang diulas oleh FoneArena berikut ini.



Untuk menopang kinerja ponsel secara keseluruhan, Galaxy E7 mengandalkan dukungan sumber power dari baterai Li-Ion berkapasitas 2950 mAh. Hanya saja, karena menerapkan konsep unibodi, maka baterai smartphone Galaxy E7 menyatu dengan ponsel dan tak bisa dilepas dengan mudah.

Kapasitas baterai yang dimiliki Galaxy E7 lebih besar dibanding Galaxy E5. Alhasil, performanya sedikit lebih baik dan tahan lama. Terlebih, Galaxy E7 juga menyediakan manajemen power yang lumayan baik. Anda bisa memanfaatkan mode "Ultra Power Saving" untuk menghemat konsumsi baterai di Galaxy E7, agar bisa standby lebih lama.

Hanya saja, layout interface akan menjadi 'aneh' untuk sebagian orang, karena hanya menampilkan beberapa aplikasi/fitur utama, menyesuaikan mode penghematan baterai tersebut. Ketika kami mengaktifkan mode Ultra Power Saving ini dalam kondisi baterai tinggal 50%, informasi yang tertampil pada ponsel menunjukkan bahwa ponsel bisa standby hingga 7 hari lebih.

5) Kamera

13 MP, 4128 x 3096 pixels, autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection, panorama, HDR, Video recording 1080p@30fps; 5 MP kamera depan, Video recording 1080p@30fps.
Dari sektor kamera, Galaxy E7 sejajar dengan Galaxy A Series seperti Galaxy A5 dan Galaxy A7. Jika dibandingkan dengan Galaxy E5, tentu saja Galaxy E7 setingkat di atasnya. Hal ini memang sesuai dengan harga yang dibanderol dan segmentasinya.


Kamera utamanya berkekuatan 13 MP dengan interface yang menyatu antara kamera dan video. Cukup user friendly layaknya Galaxy Series terbaru Samsung. Anda juga bisa menemukan beragam pengaturan kamera dengan mudah, termasuk beberapa mode utama kamera yang bisa dimanfaatkan untuk membuat hasil foto lebih maksimal.

Selain mode standar 4:3, kamera smartphone ini juga bisa memotret dalam mode lebih luas yakni 16:9. Untuk di sektor depan, kamera sekundernya beresolusi 5 MP yang masih sama dengan Galaxy Series sebelumnya. Kamera yang disematkan pada smartphone ini memang cukup memuaskan penggemar selfie apalagi didukung dengan wide selfie mode.

Anda juga bisa memanfaatkan fungsi Palm Selfie untuk menjepret foto selfie. Mode ini memanfaatkan sensor telapak tangan saat ingin menjepret selfie, seperti yang terlihat pada gambar berikut.


Samsung Galaxy E7 tidak dibekali tombol shutter fisik khusus. Sebagai gantinya, Anda bisa memanfaatkan layar sentuh (touch capture) atau menggunakan tombol volume yang dapat diatur di menu setting kamera.

Selain foto, kamera Samsung Galaxy E7 pun bisa dimanfaatkan untuk merekam video full HD 1080@30fps. Hasil rekaman videonya pun cukup bagus dan mulus. Selagi merekam video, Amda juga tetap bisa sekaligus menjepret foto.

6) Koneksivitas

Samsung Galaxy E7 tidak didukung jaringan 4G LTE. Meski begitu, sarana koneksi lain yang dimilikinya tergolong komplit. Untuk akses internet saja sih bisa menggunakan jalur HSPA dengan kecepatan download hingga 42.2 Mbps, dan kecepatan upload mencapai 5.76 Mbps.

Menariknya, kedua slot SIM card yang tersedia di smartphone ini mendukung jaringan HSPA. Namun, pemanfaatannya pun harus bergantian alias tidak bisa digunakan secara bersamaan. Artinya, jika slot SIM 1 menggunakan jalur HSPA, maka slot SIM 2 hanya bisa 2G saja. Repotnya lagi, karena tray SIM 2 sama dengan kartu memori microSD, jadi penggunaannya harus bergantian.

Selain itu, fungsi Dual SIM pada Galaxy E7 ini pun mendukung mode Dual On. Artinya, Anda bisa pula menerima panggilan telepon ke nomor yang ada di SIM 2 meski sedang melakukan panggilan dari SIM 1. Namun, Anda terlebih dulu harus mengaktifkan mode "Dual SIM Always On" yang ada di menu pengaturan ponsel.

Tidak seperti kebanyakan smartphone 3G/HSPA merek lain saat ini yang hanya menyediakan video chat, di Galaxy E7 jalur 3G bisa dimanfaatkan untuk menikmati fitur video call. Anda bisa langsung mengakses fitur ini di mode telepon dengan menekan tombol video call. Namun, fitur ini hanya bisa berjalan jika ponsel yang ditelepon juga memiliki fungsi video call juga, termasuk operator yang digunakan pun harus menyediakan layanan yang sama.

Untuk sarana koneksi lain, Galaxy E7 telah menyiapkan WiFi, WiFi Tethering, Bluetooth v4.0 dan juga kabel data micro USB yang sekaligus berfungsi untuk charger. Sayangnya, USB di Galaxy E7 tidak mendukung fungsi On The Go (USB OTG). Jadi, Anda tidak bisa membaca memori eksternal/flashdisk di smartphone ini.

Minus lain di sarana koneksi Galaxy adalah tidak adanya NFC. Padahal, beberapa smartphone sejenis di rentang harga yang sama bahkan lebih murah sudah banyak yang memilikinya. Memang sih, manfaat dari NFC sendiri di Indonesia masih belum begitu maksimal, terlebih untuk fungsi layaknya di beberapa negara lain. Meski begitu, NFC banyak diaplikasikan pada smartphone premium lain untuk sinkronisasi ke perangkat seperti speaker portable, smart TV hingga SmartWatch.

Untuk internet-an, Samsung Galaxy E7 menyediakan browser bawaan Samsung dan juga Google Chrome. Tinggal pilih saja mana yang lebih Anda sukai.


Kami juga telah menguji performa browser milik Galaxy E7 menggunakan aplikasi Vellamo Mobile Benchmark dengan skor 1640. Artinya, masih cukup baik dan lancar saat membuka halaman web. Namun, agak tersendat saat membuka situs yang banyak menampilkan format flash player.

7) Multimedia

TouchWiz Music Player, Play Music Google, SoundAlive Equalizer, Radio FM, video player.
Untuk pecinta multimedia, Samsung Galaxy E7 mengakomodasinya dengan baik. Mulai dari keberadaan TouchWiz music player dan Play Music buatan Google, yang didukung interface sertafitur tambahan lengkap, hingga beberapa sarana hiburan khas besutan Samsung.

Soal audio, dukungan SoundAlive equalizer preset menambah kekuatan sektor musik. Anda bisa mengatur keseimbangan antara Treble dan Bass, Vocal dan Instrumental. Anda bisa juga menambahkan efek seperti 3D, Bass dan Clarity.

Tak seperti beberapa smartphone premium yang ada di pasaran, Galaxy E7 juga menghadirkan radio FM sebagai sarana hiburan alternatif. Untuk mengaktifkannya, Anda harus menancapkan headset yang telah tersedia dalam paket penjualannya. Menariknya, radio FM di Galaxy E7 ini dibekali fitur perekam siaran (FM Recorder). Jadi, Anda tak perlu khawatir kelewat pada siaran favorit.

Untuk pemutar video, Galaxy E7 menghadirkan player bawaan yang mendukung format film full HD 1080p. Hanya saja, tak semua format file video bisa dijalankan dengan lancar. Solusinya, Anda bisa menambahkan player video pihak ketiga dari Play Store.

8) Kelebihan & Kekurangan

(+) Kelebihan Samsung Galaxy E7:

  • Kamera 13 MP, kamera depan 5 MP.
  • Desain tipis (slim) dan premium.
  • Dual SIM dual Standby.
  • Layar 5.5 inci Super AMOLED.

(-) Kekurangan Samsung Galaxy E7:

  • Slot SIM 2 menyatu dengan microSD (penggunaannya bergantian).
  • Tidak ada koneksi NFC.
  • Tidak mendukung jaringan 4G LTE.

9) Harga

Setelah meninjau seluruh spesifikasi yang ada pada smartphone ini, maka harga Samsung Galaxy E7 dibanderol berkisar Rp 4.299.999,-.

Pantas saja smartphone premium ini dibanderol seharga 4 jutaan, karena spesifikasi yang diusung oleh Samsung pada smartphone terbarunya ini tidak main-main dan tergolong canggih di kelasnya.

10) Kesimpulan


Samsung Galaxy E7 merupakan versi lain dari Galaxy E5 yang menyasar kelas lebih tinggi. Banderolan harganya pun sedikit di atas 'kembarannya' tersebut. Wajar jika smartphone ini pun membawa beberapa keunggulan, seperti performa hardware yang lebih baik, kualitas kamera utama yang sangat apik baik untuk foto maupun merekam video.

Bagi pecinta selfie, kamera depan Galaxy E7 ini pun cukup bisa diandalkan. Bagi yang selalu online, sokongan sumber power dan manajemen baterai yang diusung Galaxy E7 pun patut diacungi jempol.

Layaknya sebuah produk, ada sisi baik dan ada pula sisi yang kurang baik. Di Galaxy E7 ini misalnya, di mana penggunaan konsep SIM tray yang menyatu antara SIM 2 dan kartu memori microSD, setidaknya akan merepotkan pengguna yang mengharapkan kemampuan Dual SIM, namun sisi lain membutuhkan tambahan memori ekspansi.

Satu lagi, Anda yang mengharapkan koneksi data super cepat di jaringan 4G LTE, jangan berharap menemukannya di Samsung Galaxy E7 ini. Meskipun begitu, Samsung telah menyiagakan versi lain dari Galaxy E7 dengan sokongan 4G LTE loh. Namun, saat ini belum tersedia di pasaran Indonesia.


Nah, dari semua ulasan yang kami paparkan di atas, apakah keinginan Anda untuk tetap memiliki Samsung Galaxy E7 sebagai smartphone kesayangan? Jika IYA, kami punya referensi online shop terpercaya di Lazada Indonesia yang menawarkan smartphone Samsung Galaxy E7 dalam dua varian, yakni hitam dan putih dengan harga Rp 4.277.000,- setelah didiskon sebesar 13%.

Apabila Anda ingin berbelanja secara online dengan mudah dan praktis di Lazada Indonesia, silakan kunjungi: Samsung Galaxy E7 Hitam & Samsung Galaxy E7 Putih.

http://ho.lazada.co.id/SHA9kw

Sekian ulasan mengenai Review Samsung Galaxy E7 ini kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi semuanya. Terima kasih.

Lenovo A1900: Smartphone Quad-core Murah Plus Teknologi Dual SIM

Lenovo bersiap kembali menggebrak pasar papan bawah dengan meluncurkan produk smartphone dengan kisaran harga murah pula. Kali ini yang disiapkannya adalah Lenovo A1900. Meski dibanderol dengan harga murah, smartphone A1900 ini sudah mengusung CPU kelas Quad-core yang dibanderol kisaran USD$60 atau Rp 775 Ribuan (dengan asumsi kurs USD$1=Rp12.925).

image source: www.gsmarena.com

Smartphone ini membenamkan prosesor Quad-core berkecepatan 1.2 GHz Cortex-A7 dengan chipset Spreadtrum SC7730, yang didukung dengan mesin grafis (GPU) Mali-400. Kapasitas memori RAM-nya masih 512 MB, termasuk memori internal 4 GB.

Ruang penyimpanan data/file tersebut bisa diperluas via kartu microSD. Melihat memori RAM-nya yang sangat disayangkan, mengapa Lenovo tak melengkapinya dengan kapasitas RAM 1 GB saja seperti halnya ACER di produk Liquid Z205-nya.

Ponsel Android Lenovo A1900 telah dilengkapi layar IPS seluas 4 inci dengan resolusi 800x480 piksel (233 ppi). Tersedia juga fasilitas WiFi, dual slot SIM, teknologi 3G, GPS, dan radio FM telah dimilikinya. Baterainya berkapasitas 1500 mAh yang tergolong kecil.

Berikut rincian spesifikasi Lenovo A1900:
  • Dimensi: 121 x 62 x 9.5 mm.
  • Berat: 117 gram.
  • Layar: IPS LCD Capacitive touchscreen, 16M colors, 480 x 800 pixels, 4.0 inches (~233 ppi pixel density), Multitouch.
  • Memori: Internal 4 GB, RAM 512 MB, microSD up to 32 GB
  • Konektivitas: GSM (dual)/HSDPA (dual)
    • WiFi 802.11 a/b/g/n, hotspot
    • Bluetooth v4.0, A2DP
    • GPS with A-GPS
    • USB microUSB v2.0.
  • Kamera: Primary 2 MP, 1600 x 1200 pixels, Geo-tagging.
  • OS: Android OS v4.4.2 (KitKat)
  • Prosesor: Spreadtrum SC7730, Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7, GPU Mali-400
  • Baterai: Li-Po 2400 mAh
  • Harga: Rp 775 Ribuan atau USD $60.
Lenovo A1900 bakal dilengkapi kamera pula. Namun, belum diketahui berapa besaran resolusinya. Tapi, tampaknya kamera yang disematkan pada smartphone ini hanya ada pada sisi belakang saja, tanpa kehadiran kamera depan.

Huawei SnapTo: Pesaing Langsung Moto G Harga 2 Jutaan

Huawei dikabarkan bakal segera merilis produk baru bertajuk Huawei SnapTo, di mana disebut-sebut bakal menjadi pesaing berat dari Motorola Moto G. Smartphone berteknologi LTE ini akan dibanderol di harga USD $179,99 atau Rp2,3 jutaan, di mana telah mulai dijual pre-order pada 9 April di Amazon dan dirilis pada tanggal 17 April lalu.

Huawei SnapTo hadir dalam 2 varian warna, yaitu hitam dan putih. Pada waktu perilisannya kemarin hanya tersedia varian warna hitam saja, dan untuk varian warna putih akan tersedia mulai tanggal 15 Mei setelah rilis.
Smartphone Huawei SnapTo dikemas dengan SoC Qualcomm Snapdragon 400, dengan prosesor Quad-core 1,2 GHz Cortex-A7. Mesin pengolah grafisnya menggunakan Adreno 305, yang akan ditopang oleh memori RAM berkapasitas 1 GB. Untuk slot microSD pun tersedia untuk ditambahkan memori eksternal hingga 32 GB.

Huawei SnapTo hadir dengan layar seluas 5 inci pada resolusi 720p. Disematkan pula kamera ganda, kelas 5 MP di sisi belakang sebagai kamera utama dan kamera 2 MP di bagian depan ponsel. Sistem operasi yang dijalankan menggunakan Android 4.4 KitKat berbalut antarmuka (user interface) Emotion UI v2.3. Kapasitas baterai yang digandeng Huawei SnapTo hanya sebesar 2200 mAh.

Berikut rincian spesifikasi Huawei SnapTo:
  • Dimensi: 144.5 x 72.4 x 8.4 mm
  • Berat: 150 gram
  • Layar: TFT capacitive touchscreen, 16M colors, 720 x 1280 pixels, 5.0 inches (~294 ppi pixel density), Multitouch.
  • Memori: Internal 8 GB, RAM 1 GB, microSD up to 32 GB.
  • Konektivitas: GSM / HSPA / LTE, WiFi 802.11 b/g/n, hotspot; Bluetooth v4.0, A2DP; GPS with A-GPS; USB microUSB v2.0.
    • 2G bands: GSM 900 / 1800 / 1900 - SIM 1 & SIM 2
    • 3G bands: HSDPA 850 / 1700 / 1900 / 2100
    • 4G bands: LTE band 2(1900), 4(1700/2100), 5(850), 12(700)
    • Speed: HSPA, LTE
  • Kamera:
    • Primary 5 MP, 2592 х 1944 pixels, autofocus, LED flash, Geo-tagging, touch focus, face detection.
    • Secondary 2 MP.
  • OS: Android OS v4.4 (KitKat), Emotion UI v2.3.
  • Prosesor: Qualcomm MSM8926 Snapdragon 400, Quad-core 1.2 GHz Cortex-A7, GPU Adreno 305.
  • Baterai: Li-Ion 2200 mAh.
  • Harga: Rp2,3 jutaan atau USD $179,99.

Berbekal senjata dan amunisi fitur di atas, Huawei SnapTo digadang-gadang mampu memberikan perlawanan terhadap produk kompetitornya seperti Motorola Moto G. Smartphone ini akan mulai tersedia dalam waktu dekat di pasar Amerika. Semoga akan segera diikuti oleh pasar lainnya, dan masuk ke Indonesia.

Sunday, April 26, 2015

Xiaomi Redmi 2 vs Lenovo A6000: Duel Smartphone Android Kitkat 64 Bit 4G Harga 1 Jutaan

Duel smartphone antara Xiaomi Redmi 2 vs Lenovo A6000 kali ini merupakan dua ponsel mengusung spesifikasi yang sebagian besar memiliki kesamaan dari masing-masing ponsel. Memang, soal harga rupanya masih jadi pertimbangan utama bagi konsumen tanah air sebelum menjatuhkan pilihan. Dengan masuknya teknologi seluler 4G ke Indonesia, para vendor ponsel berlomba-lomba untuk menghadirkan perangkat yang mendukung teknologi 4G ini dengan harga yang paling menarik.


Dari berbagai merek ponsel 4G yang beredar di pasar, Lenovo A6000 dan Redmi 2 siap mencuri perhatian para peminatnya dengan banderol harga IDR 1 jutaan. Untuk itu, simak komparasi atau perbandingan dari dua ponsel asal negeri Tirai Bambu ini dalam ulasan berikut ini.

1) Desain

Dilihat dari dimensi bodi yang diusung, Redmi 2 tampak lebih ramping dibandingkan dengan Lenovo A6000. Menariknya, bobot Lenovo A6000 ternyata lebih ringan pada angka 128 gram meski secara fisik terlihat lebih tebal dan besar dari Redmi 2. Sedangkan, untuk bobot Redmi 2 ada pada angka 133 gram.


Beralih pada desain yang diusung, Redmi 2 tampak elegan dengan dengan lapisan matte pada penutup belakang ponsel. Anda bisa melihat tiga tombol sensitif sentuh berwarna merah di bawah layar ponsel. Ketiga tombol tersebut terdiri dari recent apps, home dan back.

Sama seperti Redmi 2, Lenovo juga menggunakan material plastik dengan lapisan matte. Meski secara visual terlihat sama, namun backcover milik Lenovo A6000 ternyata lebih mudah meninggalkan bekas minyak atau keringat. Dalam paket penjualannya di pasar, Lenovo juga menyertakan jelly case untuk melindungi sekujur bodi ponsel dari kemungkinan tergores.

2) Display

Mengusung bentang layar 4,7 inci, Redmi 2 datang dengan layar IPS LCD yang sanggup menanggapi input sentuh hingga sepuluh titik. Menilik ukurannya yang besar, wajar saja bila Xiaomi membekalinya dengan resolusi HD yang memiliki kerapatan layar 312 piksel per inci. Untuk melindungi layarnya yang luas itu dari goresan, Xiaomi menggunakan kaca antigores Dragontrail Glass.


Sedangkan untuk A6000, Lenovo menyuguhkan layar dengan diagonal 5 inci yang sangguo menerima lima titik sentuh sekaligus. Dengan layar IPS LCD yang mengusung resolusi HD, Lenovo A6000 memiliki kerapatan layar 294 piksel per incinya. Sayangnya, Lenovo ternyata belum melindungi layar A6000 dengan lapisan kaca antigores, baik dari jenis Gorilla Glass ataupun Dragontrail Glass.

Jika Anda meletakkan dua ponsel secara berdampingan, layar Redmi 2 bakal terlihat memancarkan warna putih yang lebih cemerlang dibandingkan wana putih yang dipancarkan milik A6000 yang terlihat agak pucat.

3) Sistem operasi (OS) dan User Interface (UI)

Soal sistem operasi, Lenovo dan Xiaomi sama-sama membawa Android Kitkat 4.4.4. Lenovo mengusung antarmuka Vibe UI yang merupakan andalannya, sementara Xiaomi hadir dengan antarmuka MIUI yang menyediakan beragam tema dan fitur yang melimpah. Akibatnya, MIUI lebih banyak memakan memori yang berdampak pada konsumsi daya yang lebih besar.


MIUI merupakan antarmuka seluruh produk Xiaomi yang memungkinkan pengguna untuk memilih beragam tema yang telah disediakan oleh pengembang lokal dan internasional cukup dengan menggunakan akun MIUI yang bisa Anda daftarkan secara gratis. Jumlah tema MIUI yang terus bertambah tentunya menjadi nilai tambah tersendiri bagi Redmi 2. Antarmuka MIUI juga memungkinkan pengguna untuk membuat akun guest mode guna melindungi privasi pemilik ponsel.

Sedangkan, antarmuka milik Lenovo A6000 punya penampakan yang kurang lebih sama meski dengan kemampuan kostumisasi yang lebih terbatas. Pengguna dapat mengakses quick setting yang terdapat pada jendela notifikasi ponsel.

Sama seperti Xiaomi, pada Lenovo A6000 hanya memiliki homescreen tanpa app drawer. Untuk mengganti wallpaper, Anda cukup menyapukan jari Anda dari sudut bagian atas layar ke tengah layar. Vibe UI juga dilengkapi dengan desktop gesture setting untuk mengakses menu cukup dengan pola gerakan jari.

4) Internet dan Konektivitas

Untuk keperluan menjelajah di dunia maya, Redmi 2 dan Lenovo A6000 sama-sama telah mendukung jaringan 4G LTE yang sesuai dengan frekuensi operator yang ada di Indonesia. Keduanya juga sama-sama mengusung dua slot kartu micro SIM.

Pada Redmi 2 dapat mengakses 4G LTE secara bergantian. Sementara pada Lenovo A6000, slot pertama saja yang dapat mengakses 4G LTE, sedangkan slot kedua miliknya hanya dapat mengakses GPRS. Anda dapat memilih browser bawaan atau Chrome untuk menjelajah di internet pada Redmi 2. Sedangkan pada A6000, Lenovo hanya menyertakan browser Chrome.

Beralih ke sisi konektivitas, Redmi 2 juga sudah dilengkapi dengan fitur USB on-the-go yang memungkinkan pengguna untuk membaca file yang ada dalam flashdisk. Fitur yang sama tidak akan Anda dapatkan pada Lenovo A6000. Pengguna juga dapat bertukar data dengan menggunakan kabel data dan Bluetooth 4.0.

5) Hardware dan Benchmark

Lenovo A6000 dan Redmi 2 memiliki spesifikasi hardware yang sama persis. Dapur pacunya adalah menggunakan prosesor Snapdragon 410 Quadcore berkecepatan 1.2 GHz yang didukung dengan kapasitas RAM sebesar 1 GB. Untuk pengisian daya, Lenovo A6000 dan Redmi 2 masing-masing dibekali dengan baterai berkapasitas 2.300 mAh dan 2.200 mAh. Xiaomi membekali Redmi 2 dengan 9 (sembilan) sensor, sementara Lenovo hanya mempersenjatai A6000 dengan 3 (tiga) sensor.

Hasil pengukuran dengan Antutu Benchmark menunjukkan bahwa angka 20.463 dan 20.497 masing-masing untuk Redmi 2 dan Lenovo A6000. Sedangkan dengan Quadrant Standard diperoleh skor 11.558 dan 10.879 untuk Redmi 2 dan Lenovo A6000.

Pengolahan grafis dengan kecepatan tertinggi diraih oleh Lenovo A6000 dengan skor 54.3 fps yang ditempel ketat oleh Redmi 2 dengan kecepatan 54.0 frame per detik.

6) Kamera dan Video

Kedua smartphone asal negeri Tirai Bambu ini sudah dilengkapi dengan dua kamera belakang dan depan yang datang dengan resolusi masing-masing 8 MP dan 2 MP.

Setting kamera Redmi 2 tampak lebih unggul dengan kemudahan dalam penggunaannya serta interface yang diusungnya berupa 12 filter serta mode pemotretan lanjutan seperti panorama, HDR, skin tones serta manual.

Beralih pada Lenovo A6000, pengguna juga dapat memotret dengan mengatur ISO, exposure, scene mode, white balance, saturasi dan kontras. Pengguna juga dapat memilih mode pemotretan panorama dan HDR. Meski ragam setting yang disertakan tidak kalah lengkap, namun terkesan lebih rumit karena tidak mengadopsi bentuk ikonik sebagaimana pendekatan yang dilakukan pada Redmi 2.

Hasil pemotretan di luar ruangan menunjukkan gambar yang lebih terang serta warna yang lebih natural untuk Lenovo A6000. Sementara gambar yang dihasilkan kamera Redmi 2 terlihat agak kekuningan.

Sedangkan, pemotretan di dalam ruangan menampilkan gambar yang lebih baik untuk kamera Redmi 2 dan gambar yang lebih gelap untuk kamera Lenovo A6000. Dengan kualitas layar yang lebih baik, foto yang ditampilkan pada lyar Redmi 2 memang tampak lebih bagus daripada tampilan yang disuguhkan pada layar monitor PC.

Berikut hasil foto dari kamera depan dari masing-masing smartphone.



7) Multimedia

Pemutar video untuk Redmi 2 dan Lenovo A6000 punya kemampuan yang sama dalam memainkan video hingga resolusi full HD.
Meski Lenovo sudah menggunakan pemutar video bawaan, namun ternyata tampilan interface miliknya tak jauh berbeda dengan tampilan pemutar video milik Redmi 2. Keduanya sama-sama belum dapat menampilkan subtitle.

Untuk memainkan musik, Anda dapat memilih pemutar musik bawaan khas vendor atau Google Play Music. Redmi 2 menyuguhkan efek suara khas MIUI yang sangat pas digunakan bersama headset yang dapat dibeli terpisah. Sementara untuk Lenovo A6000, Anda bisa menikmati efek suara Dolby Mobile yang dapat diaktifkan pula untuk pemutar video, game dan telepon.

Kedua ponsel ini juga dapat menerima siaran radio meski untuk Redmi 2, Anda tentu harus membeli earset karena belum disertakan atau dijual terpisah.

8) Uji ketahanan ponsel

Mengenai ketahanan dari Redmi 2 dan Lenovo A6000, kami mengutip informasi terkait hal ini dari teknologi.metrotvnews.com yang menampilkan gambar animasi seperti yang terlihat di atas dengan cara menjatuhkan kedua ponsel tersebut ke lantai kayu dari ketinggian dada orang dewasa. Dan hasilnya lagi-lagi tampak sama. Keduanya baik-baik saja dan masih beroperasi secara normal.

9) Harga

Mengenai masalah harga yang dibanderol, kami mengutip informasi harga dari tabloidpulsa.com yang mana memberikan kepastian dari masing-masing ponsel tersebut. Untuk harga Xiaomi Redmi 2 dibanderol seharga IDR 1,6 juta, sedangkan harga Lenovo A6000 dibanderol seharga IDR 1,5 jutaan, tepatnya IDR 1.499.000,-. Dari informasi yang kami dapat bahwa selisih harga dari kedua smartphone tersebut berkisar IDR 110.000,-.

Untuk masalah harga, Lenovo A6000 unggul dengan harga lebih murah di bawah harga Xiaomi Redmi 2. Ini disesuaikan juga dengan keunggulan dari masing-masing smartphone.

10) Kesimpulan

Dari hasil komparasi atau perbandingan yang telah kami lakukan, Redmi 2 memiliki lebih banyak keunggulan daripada Lenovo A6000. Dengan dukungan komunitas pengembang ROM yang lebih besar, Redmi 2 tentu menawarkan ragam personalisasi dan kustomisasi yang lebih lengkap serta memuaskan bagi kebanyakan pengguna.

Namun demikian, dari sisi layanan purnajual yang diberikan, Lenovo tentu lebih unggul dengan jaringan service center yang tersebar secara merata di wilayah nusantara.

Sekian ulasan dari kami mengenai Duel smartphone Xiaomi Redmi 2 vs Lenovo A6000. Terima kasih telah menyempatkan diri untuk membaca ulasan ini hingga akhir, semoga bermanfaat bagi semuanya.

Android 6.0 Muffin: Nama Terbaru OS Android

Google Android kabarnya bakal meluncurkan OS atau sistem operasi versi terbarunya yang akan menemani setiap smartphone Android yang dimiliki para penggunanya. Sebelumnya, Google meluncurkan sistem operasi Android bernama Lollipop yang diambil dari nama permen berbentuk melingkar dengan beraneka warna yang banyak disukai oleh anak-anak. Namun, pada peluncuran sistem operasi Android yang diusung oleh Google bakal diberi nama apa ya nantinya?


Well, bocoran kabar dan rumor terbaru yang kami dapat dari Phonesreview yang menyatakan bahwa konsep yang bagus dan menarik dari sistem operasi Android generasi selanjutnya bakal dinamai Android Muffin. Seperti yang kita tau bahwa hampir semua nama dari sistem operasi Android yang diluncurkannya mengacu pada makanan yang serba manis.

Miroslav Vitula, salah seorang pengembang aplikasi dari sistem operasi Android 6.0 ini menjelaskan konsep yang sangat menarik perhatian dari para pengamat gadget smartphone, yang menyatakan bahwa Android 6.0 Muffin ini berkonsep pada fitur dan animasi baru yang telah ditingkatkan dan diperbarui sehingga memberikan user experience yang lebih baik bagi pengguna Android.

Vitula juga memberikan penjelasan terkait review konsep dari Android 6.0 Muffin ini dalam sebuah video yang telah diunggah di Youtube, yang pada intinya dia memaparkan penjelasan terkait animasi baru yang akan diusung dan fitur multi-tasking yang telah mendapatkan upgrade menjadi lebih canggih.

Untuk lebih jelasnya, silakan simak video berikut ini.



Sekedar mengingatkan saja bahwa video di atas merupakan penjelasan dari konsepnya saja. Untuk peluncuran sistem operasi Muffin yang diusung Google terkait pembaruan animasi dan fitur yang ada pada tayangan video di atas masih belum dapat dipastikan secara jelas.

Jadi, apakah Anda sepakat jika fitur-fitur dalam Android 6.0 yang diusung Google nanti bakal tertanam pada sistem operasi terbaru tersebut dan diberi nama Muffin?

Jika pada pendapat lain, kritik maupun saran terkait hal ini, silakan berkomentar pada form di bawah ini. Sekian dan terima kasih.

Saturday, April 18, 2015

5 Ponsel Smartphone Harga 1 Jutaan Bagi Calon Pembeli

Rangkuman informasi kami kali ini dari sektor harga ponsel smartphone dengan harga 1 jutaan, yang mana khusus kami tujukan bagi calon pembeli yang ingin memiliki smartphone-smartphone ini atau bagi pengguna smartphone yang sudah bosan dengan ponsel smartphone-nya saat ini dan ingin menggantinya dengan yang baru.

Bagi kamu yang punya uang lebih untuk membeli smartphone baru yang harganya di atas 1 jutaan sih bukan jadi masalah. Tapi, bagaimana bagi sebagian orang yang punya uang atau budget pas-pasan yang berniat ingin memiliki smartphone baru? Jelas mereka bakal pilih-pilih atau menyeleksi harga dari beberapa ponsel smartphone yang disesuaikan dengan budget yang tersedia.

Untuk itu, bagi kamu yang sekiranya punya uang atau budget pas-pasan sekitar 1 jutaan, maka kami akan memberikan beberapa rekomendasi ponsel smartphone dengan kisaran harga 1 jutaan dengan kualitas dan peforma yang bagus, serta tak kalah dengan ponsel smartphone dengan harga selangit.

Berikut kami sampaikan 5 ponsel smartphone harga 1 jutaan bagi kamu sebagai calon pembeli. Yuk simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

1) Lenovo S580 - Rp 1,4 jutaan

Lenovo S580, sebuah produk ponsel smartphone terbaru yang dirilis di tahun 2015 ini, tepatnya pada bulan Februari 2015 lalu di Indonesia dengan harga Rp 1,4 jutaan.


Berlayar seluas 5 inci dengan resolusi 720x1280 piksel ini memiliki tampilan desain yang begitu menawan dan elegan. Didukung dengan kapasitas memori internal sebesar 8 GB dan memori eksternal hingga mencapai 32 GB.

Dari sektor kinerjanya, Lenovo S580 dibekali prosesor Quad-core 1,2 GHz Qualcomm Snapdragon MSM8212 dan GPU Adreno 305.

Ponsel ini bakal menjadi salah satu rekomendasi bagi para calon buyer dengan ketersediaan dana yang pas-pasan. Dari desain dan kinerjanya, ponsel ini memberikan pengalaman yang sangat baik dalam penggunaannya. Silakan saja bagi kamu yang ingin memiliki smartphone keluaran terbaru dari Lenovo ini.

2) Motorola Moto E 2015 Edition - Rp 1,5 Jutaan (3G) & Rp 1,8 Jutaan (4G)

Motorola Moto E 2015 Edition, merupakan seri kedua dari generasi Motorola Moto E memang sudah banyak ditunggu bagi pecinta smartphone, yang mana ponsel ini memiliki 2 versi, yaitu versi 3G dan 4G. Smartphone yang memiliki 2 versi ini dibanderol dengan harga Rp 1,5 Jutaan untuk versi 3G dan Rp 1,8 Jutaan untuk versi 4G.


Memang ponsel ini belum dirilis di Indonesia, namun kabarnya bahwa buat kamu yang ingin membeli smartphone ini bisa melakukan pemesanan secara online melalui 3G US GSM atau 3G Global GSM.

Motorola Moto E 2015 Edition memiliki layar seluas 4,5 inci qHD dengan resolusi 540x960 piksel. Smartphone ini memang berbeda dari generasi sebelumnya yang menggunakan dual SIM.

Masing-masing versi (3G & 4G) menggunakan chipset yang berbeda. Versi 3G menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 200, sedangkan versi 4G menggunakan chipset Snapdragon 410 g4 bit.

3) Microsoft Lumia 430

Kehadiran Microsoft Lumia 430 ini memang sangat mengejutkan. Betapa tidak? Smartphone ini memiliki prosesor yang cukup mumpuni dengan harga yang relatif terjangkau bagi semua kalangan. Ponsel pintar ini dibekali prosesor Dual-core Snapdragon 200 berkecepatan 1,2 GHz dan kisaran harganya sekitar 900 Ribuan.


Microsoft Lumia 430 ini memiliki ukuran layar seluas 4 inci dengan resolusi 480 x 800 piksel. Sistem operasi yang disematkan dengan Windows Phone 8.1 yang bisa di-upgrade ke Windows 10.

Ponsel ini memiliki kapasitas memori internal sebesar 8 MP serta kapasitas RAM sebesar 1 GB. Dan didukung pula dengan memori tambahan (memori eksternal) hingga 128 GB. Ini sangat memungkinkan bagi pengguna untuk lebih leluasa dalam menyimpan beberapa aplikasi maupun file lainnya dalam jumlah banyak dengan baik.

4) Xiaomi Redmi 2 - Rp 1,6 Jutaan

Xiaomi Redmi 2, merupakan seri terbaru Redmi Series dan sebagai penerus dari generasi Redmi 1. Kehadiran Redmi 2 dibanderol dengan harga Rp 1,6 jutaan ini telah dibekali prosesor Quad-core 1,2 GHz dengan Cortex A53 64 Bit. Selain itu, ponsel pintar ini semakin lengkap yang dipadukan dengan UI (User Interface) Miui V6 dan berjalan dengan sistem operasi Android Kitkat 4.4.4.


Xiaomi Redmi 2 memiliki ukuran layar seluas 4,7 inci dengan desain bodi yang begitu slin dan tipis, serta bobotnya pun lebih ringan dari generasi sebelumnya, Redmi 1. Memiliki kapasitas penyimpanan file yang baik dengan dukungan microSD hingga 64 GB.

Dari sektor kamera, ponsel ini memiliki kamera 2 sisi dengan kualitas yang sangat bagus untuk fotografi. Untuk kamera utama beresolusi 8 MP dan kamera depan beresolusi 2 MP. Kamera depan yang sangat baik untuk penggemar selfie.

5) Microsoft Lumia 635 - Rp 1,7 Jutaan (Single SIM) & Rp 1,8 Jutaan (Dual SIM)

Microsoft Lumia 635 hadir dengan kualitas yang sangat baik dan harganya pun relatif terjangkau. Ini karena pihak vendor tak mau kalah saing dengan semakin banyaknya meluncurkan beraneka ragam ponsel pintar dengan harga murah namun tetap menjaga kualitas terbaiknya.

Smartphone dari Microsoft ini memiliki 2 versi, yakni versi single SIM yang dibanderol seharga 1,7 Jutaan dan versi dual SIM dibanderol seharga 1,8 Jutaan. di pasaran dengan ukuran layar seluas 4,5 inci beresolusi 480 x 854 piksel.

Lumia 635 memiliki bobot ponsel 134 gram dan dimensi bodi 129.5x66.7x9.2 mm. Dan dibekali prosesor Quad-core 1,2 GHz disertai Adreno 305 untuk pengolah grafis yang baik dan ditenagai chipset Qualcomm Snapdragon 400.

Top